Bumi kita yang terhampar luas ini dicptakan Tuhan Yang Maha Pencipta untuk kehidupan dan kepentingan hidup manusia. Di bumi ini hidup berbagai flora dan fauna serta tempat bersemainya manusia dengan keturunannya. Di bumi ini kita bisa menyaksikan keindahan alam, kita bisa beraktivitas dan berikhtiar memenuhi kebutuhan hidup kita. Namun harus dipahami bahwa bumi kita juga sering menimbulkan bencana. Sebagai contoh munculnya aktivitas lempeng bumi yang kemudian melahirkan gempa bumi baik tektonis maupun vulkanis, bahkan sampai menimbulkan tsunami.
Fenomena alam yang terjadi itu merupakan bagiantak terpisahkan dari aktivitas panjang bumi kita sejak terjadinya alam semesta ratusan bahkan ribuan juta tahun yang lalu. Proses tersebut secara geologis mengalami bebrapa tahapan atau pembabakan waktu.
Ada banyak teori dan penjelasan tentang penciptaan bumi, mulai dari mitos sampai kepada penjelasan agama dan ilmu pengetahuan. Salah satu di antara teori ilmiah tentang terbentuknya bumi adalah Teori "Dentuman Besar" (Big Bang), seperti dikemukakan oleh sejumlah ilmuwan dan yang mutakhir seperti ilmuwan besar Inggris, Stephen Hwaking. teori ini menyatakan bahwa alam semesta mulanya berbentuk gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang jagad raya. Jika digunakan teleskop besar Mount Wilson untuk mengamatinya akn terlihat ruang jagad raya itu luasnya mencapai radius 500.000.000 tahun cahaya. Gumpalan gas itu suatu saat meledak degan satu dentuman yang amat dahsyat. Setelah itu, materi yang tedapat di alam semesta mulai berdesakan satu sama lain dalam kondisi suhu dan kepadatan yang sangat tinggi, sehingga hanya tersisa energi berupa proton, neutron dan elektron, yang bertebaran ke seluruh arah.
Ledakan dahsyat itu menibulkan gelembung-gelembung alam semesta yang menyebar dan menggembung ke seluruh penjuru, sehingga membentuk galaksi-galaksi bintang- bintang, matahari, planet-planet, bumi, bulan dan meteorit. Ada ilmuwan astronomi yang mengibaratkan galaksi bintang-bintangitu tak ubahnya seperi sekumpulan anak ayam, yang tak mungkin dipisahkan dari induknya.
Selanjutnya proses evolusi alam semesta itu memakan waktu kosmologis yang sangat lama sampai beribu-ribu juta tahun. Terjadinya evolusi bumi sampai adanya kehidupan memakan waktuyang sangat panjang. Ilmu palaentologi membainya dalam enam tahap waktu geologis. Masing-masing ditandai oleh peristiwa alam yang menonjol, seperti munculnya gunung-gunung, benua dan makhluk hidup yang paling sederhana. Proses evolusi bumi dibagi menjadi beberapa periode:
1. Azoicum (Yunani: a= tidak; zoon = hewan), yaitu zaman sebelum adanya kehidupan. Pada saat ini bumi tebentuk dengan suhu yang relatif tinggi. Waktunya lebih dari satu milyar tahun lalu.
2. Palaezoicum, yaitu zaman purba tertua. Pada masa ini sudah meninggalkan fosil flora dan fauna. Berlangsung kira-kira 350.000.000 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar